Rapidshare ?? Repotshare?

July 6, 2007 – 4:42 pm

 

Mungkin teman-teman termasuk orang yang selalu penasaran kalau ada software yang baru dilaunching.Dulu saya termasuk orang yang sangat anti dengan yang namanya bajakan, baik membajak punya orang maupun membeli produk bajakan.
Alasannya?


  1. Merugikan yang punya produk
  2. Tempat belinya jauh & parkirnya susah
  3. Kualitasnya buruk /susah bedain yang bagus sama yang jelek
  4. Melanggar undang-undang
  5. Nggak boleh sama ibu
  6. Gengsi

Apakah alasan itu masih berlaku? Coba kita lihat lagi:

  1. Merugikan yang punya produk

Biarpun dibajak tetep aja kaya raya

  1. Tempat belinya jauh & parkirnya susah

Tinggal download

  1. Kualitasnya buruk /susah bedain yang bagus sama yang jelek

Kualitas sama dan banyak pilihan

  1. Melanggar undang-undang

Temennya buanyak… penjara nggak akan muat!

  1. Nggak boleh sama ibu

Dulu belinya minta duit ibu sekarang udah pake duit sendiri

  1. Gengsi

Dulu gengsi sama temen2 (cewe2 yang manis2). Sekarang udah bangkotan ga perlu lagi yang namanya ja-im.

Kalau kita bicara software bajakan dulu kita nulisnya ba**kan, karena bajakan dianggap tabu. Beberapa bulan yang lalu saya tertarik sama yang namanya software bajakan, kenapa? Sebagai orang yang cari sesuap nasi dari studio musik pasti saya mau investasi sekecil mungkin dengan hasil semaksimal mungkin.

Puluhan kali pelanggan/calon pelanggan studio saya nanya:

T: Mas, rekamannnya pakai software apa?

A: Cubase SL

T: Nggak bisa pakai Nuendo mas?

A: Nggak bisa, kualitasnya sama kok (lalu saya puterin contoh lagu yang direkam dan diedit pakai Cubase SL

A: Gimana?

T: Bagus sih mas, tapi temen2 saya maunya pakai Nuendo mas

A: Bilang saja sama temennya kalo hasilnya bagus, Arjuna Afi aja bikin demo sama saya, sekarang udah bikin klip di Nagaswara.

T: Gimana ya mas… duitnya patungan sih… jadi saya nggak bisa mutusin

Waktu pun berlalu, tapi anak itu nggak juga muncul. Lalu saya suruh operator saya nelpon anak itu. Ternyata mereka udah rekaman di D…..n dengan Protools. Seminggu kemudian mereka datang minta dieditin ulang lagu yang direkam di studio tadi karena nggak puas kualitasnya. Baru mereka ngeh kalo Cubase SL nggak kalah bagus sama Nuendo Maupun Protools.

Morale of the story:

  • Butuh waktu lama untuk meyakinkan anak-anak muda yang belum begitu mengenal dunia music recording mengenai kualitas suatu software
  • Kualitas lebih banyak ditentukan oleh “the man behind the gun”

Bercermin dari begitu banyaknya kasus serupa yang berujung hilangnya nasi yang sudah ada di piring, maka saya memutuskan untuk tidak bermusuhan dengan software bajakan dengan syarat tetap memenuhi petuah orang yang telah kerja keras menjebol proteksi software tersebut yang berbunyi ”DON’T MAKE MONEY FROM WAREZED SOFTWARE!” Caranya? Saya punya 2 komputer untuk recording, dan 1 komputer untuk Editing & Pre mastering. Satu dari computer yang dipakai untuk recording saya pasangin 1001 software bajakan, apapun yang pengguna studio saya kehendaki. Yang jelas saya tetap mengandalkan software yang asli (biarpun itu dapetnya dari bawaan hardware) untuk cari makan.

Berapa rupiah investasi yang dibutuhkan untuk beli original software?

Kalau dinilai rupiahnya seandainya saya beli software yang original totalnya lebih dari 100 juta rupiah! Semua meliputi recordimg software, looping software, Vst Plugins, VSTi plugins, dll. Software yang super mahal tadi bisa saya dapat dalam 2 hari tanpa harus keluar biaya apapun selain biaya internet selama download. Dari mana saya dapat software bajakan? Sekarang banyak sekali situs-situs yang menyediakan software bajakan, yang terbesar adalah phasedll, yang di Indonesia bajakan.com, kaskus, dan masih banyak lagi. Yang paling simple di bajakan.com karena basisnya blog gratisan maka nggak perlu mendaftar, nggak perlu login, dan khusus audio spftware dibuatkan list sehingga pencariannya mudah.

Rapidshare = Repotshare?

Ada yang bilang kalau mau download software lewat rapidshare.com kok repot banget harus pakai premium account. Buat sebagian orang yang katro memang iya, tapi buat yang ngerti Rapidshare ?? Repotshare, bahkan di warnet yang speedy based pun via level3 bisa didapetin download transfer rate 300kb/second! Memang dunia bajak membajak mangkin hari mangkin gila. Terserah teman-teman bagaimana cara menyikapinya. Ada yang belum tahu cara mudah download via Rapidshare? Katro…

Post a Comment